Pages

Thursday, 25 July 2013

J. Noorduyn - A. Teeuw: Tiga Pesona Sunda Kuna

    Tertuang dalam naskah-naskah daun yang titimangsanya tidak diketahui, teks-teks Sunda Kuna pada umumnya dalam kondisi mengkhawatirkan dan tak tersentuh oleh khalayak yang lebih luas. Jumlah teks Sunda Kuna itu terbatas, dan pengetahuan mengenai bahasa itu pun terbatas. Dengan menyajikan tiga puisi panjang Sunda Kuna, Noorduyn dan Teeuw, melalui telaah berbahasa Inggris dan Sastera Sunda Kuna yang sejauh ini tiada bandingannya, berhasil menunjukkan karya-karya penting bagi penelitian bahasa, sastra dan sejarah lebih lanjut. 
    Ketiga puisi Sunda Kuna itu, yakni Para Putera Rema dan Rahwana, Pendakina Sri Ajnyana, dan Kisah Bujangga Manik: jejak langkah peziarah tak terbaca sebelum munculnya buku ini. Kedua naskah pertama ditemukan dalam koleksi naskah abad kesembilan belas milik masyarakat Batavia yang kini di perpustakaan Nasional, Jakarta, sedangkan naskah ketiga disumbangkan kepada Perpustakaan Bodleian di Oxford pada sekitar tahun 1627, meskipun naskah tersebut tak terlacak sebagai puisi Sunda Kuna hingga dasawarsa 1950-an.
J. Noorduyn (1926-1994) adalah direktur KITLV hingga pensiun pada 1991.
A. Teeuw adalah profesor Emeritus bidang Bahasa dan Sastra Melayu dan Indonesia di Universitas Leiden.\


ISBN 978-979-419-356-3
Penerbit Pustaka Jaya
Harga Rp 140.000,-
Kontak 08562346663

Reactions:

0 comments:

Post a Comment